Archive for September, 2007

Hujan itu, Sayang, belum juga berakhir
Seperti air matamu yang terus mengisahkan sebaris cerita
Seperti isakmu yang terus membuatmu terguncang
Butir air itu, Sayang, mengingatkanku pada senyummu
Sepenggal waktu yang berlalu
Menyadarkanku pada sebuah kisah kecil dalam sudut hidup
Yang semakin kabur
Tatapanmu itu, Sayang, tak kuasa kupandangi
Karena kau tetap saja cantik dalam kesedihanmu
Tunjukkan padaku, rintik hujan tidak akan membuat senyummu layu
Beri [...]


GM

29Sep07

“Seperti halnya membentuk sebuah cawan yang tak habis untuk dipakai, menulis pada dasarnya adalah pekerjaan yang resah.” Goenawan Mohamad.


Dewi adalah gadis sumringah. Meski temperamental, hatinya baik. Lahir dan dibesarkan di Jakarta, menempanya menjadi pribadi yang keras. Kadangpula sikap bengalnya muncul: mengurung diri di kamar jika berselisih paham dengan sang mama. Riang dan selalu ingin tampil dominan melekat kuat dalam kesehariannya. Dewi adalah perempuan berusia 22 tahun.
Berjilbab, semampai, berhidung mancung dengan tatapan yang tajam [...]


Dua Teman

29Sep07

Senin, 27 September malam kemarin handphone di samping komputer menjerit mengabarkan ada yang memanggil. Terlihat tulisan Radar Ito di screen. Panggilan pertama kuabaikan. Film The Bandit di Indosiar yang diperankan secara apik oleh Mel Gibson terlalu sayang dilewatkan.
Panggilan kedua, disela jeda iklan, setelah kuangkat dia berkata, “Juni, gimana khabarmu. Aku masih di Semarang, ikut tes [...]


Bunda

29Sep07

Bunda,
Sepotong malam yang lalu
Kaki ini tak kuasa menyokong tubuh
Pada tarian yang sebenarnya indah
Aku terhempas ke pojok panggung hidup
Lalu, nyeri itu terdengar seperti syair yang pahit
Bunda,
Aku tetap tersenyum
Mencerna, semuanya memang telah berlalu
Kisah itu terlalu uzur untuk diingat
Wajahnya telah bopeng oleh khianat
Dengan senyum yang tak lagi tulus
Tapi Bunda,
Biarkan senja [...]