Archive Page 2
MU vs Arsenal Tak Ditayangkan
Ampun. Saya yang penggemar berat Arsenal harus siap-siap gigit jari. Big match yang digelar hari ini (13/4) hilang dari layar kaca. Kata detik.com, ini gara.gara Depkominfo menghentikan siaran Astro.
Ah, lagi-lagi pemerintah. Punya kuasa senangnya main blokir!
Filed under: Uncategorized | 3 Comments
Bohong Saja Butuh Kreatif
Kreatifitas memang diperlukan, dalam bidang apapun. Tanpa kecuali. Guru butuh kreatifitas agar belajar jadi menyenangkan. Pengusaha butuh kreatif agar usahanya berjalan. Pedagang butuh kreatif agar dagangannya laku. Dan sebagainya dan sebagainya.
Pun begitu soal bohong.
Begini ceritanya, siswa SMP bernama Edun dikenal oleh teman-teman sekelasnya sebagai anak yang rajin. Dia juga disiplin.
Kampungnya terletak sekitar 5 KM dari tempat dia sekolah. Dia butuh naik angkot untuk sampai ke sekolahnya itu. Suatu waktu, Edun telat berangkat. Dia naik angkot bersama dengan segerombolan anak lain yang juga telat.
Dipersingkat, tibalah mereka ke sekolah. Edun yang memang disiplin itu tergopoh-gopoh menuju ruang BP. Tak mau ketinggalan, teman-teman dia yang jumlahnya sekitar 7 anak itu juga menyusul di belakang Edun.
Setelah itu, Edun meminta surat ijin masuk ke ruang BP setelah mencatatkan diri terlambat disertai alasannya di form yang sudah disediakan BP. Teman-temannya juga melakukan hal serupa. Di lembar berikutnya, mereka secara bergantian mengisi nama masing-masing dan memberi tanda petik di bagian alasan. Tanda petik maksudnya adalah idem, atau sama. Mereka pikir Edun yang rajin itu ‘menyelamatkan’ mereka dengan memberikan alasan yang masuk akal. Begitulah tujuh orang melakukan hal yang sama.
Tapi, tak lama berselang, setelah mereka masuk kelas. Tujuh anak ini segera dipanggil lagi ke ruang BP. Sebab, alasan yang ditulis Edun, ternyata adalah ‘saya terlambat karena ibu saya melahirkan’
Pantas saja guru BP marah-marah.
Filed under: Uncategorized | 2 Comments
Diambil dari milis, semoga bermanfaat
Cara paling simpel adalah memasang program proxy yang bisa didownloaad
gratis di toonel.net
1. download aja toonel.net versi terbaru abis itu download java versi yg
terbaru
2. install javanya
3. jalankan toonel.net [namafile toonel.jar] buka dengan javanya
4. setting browser network proxy dengan 127.0.0.1 port 8080
Keuntungan: bisa buka situs yang diblok, loading web jauh lebih cepat,
download lebih cepat, hemat bandwit hingga 80%
Anak SMP yang melek komputer pun bisa melakukan ini, karena semudah
menginstall game.
–
Salam,
Anang, yb
www.JejakGeografer. com <http://www.jejakgeo grafer.com/>
Filed under: Uncategorized | 4 Comments
Teman Saya Pergi (Lagi)
Sekali lagi, saya ‘kehilangan’ teman. Karib saya lebih memilih meninggalkan pekerjaan, tempat kami mengais receh. Kejadian ini bukan yang pertama, saking seringnya, saya bahkan sudah lupa siapa saja yang sudah angkat kaki dari kantor ini. Dengan berbagai latar belakang, dan alasan yang berbeda.
Suatu malam, dia memang sempat curhat. Dia sedang mempertimbangkan untuk undur diri karena persoalan lelah. Capai lahir, capai fisik.
Tapi saya berusaha meredam nafsu dia itu. Saya bilang, seandainya dia mundur, itu tak akan menyelesaikan masalah. Malah akan semakin menambah beban dan pusing pemerintah.
Lho? Kok bisa?
Tentu saja bisa. Pemerintah sedang giat mengentaskan pengangguran, kok kamu malah dengan suka rela menyemplungkan diri dalam lembah nista itu. Meskipun hanya satu orang, bukannya itu akan menambah statistik, pengangguran telah bertambah satu orang lagi.
Hehehe, baiklah itu alasan yang dipaksakan. Saya juga tak yakin pemerintah urusan dengan hal-hal beginian. Seandainya mereka peduli, skandal BLBI yang melibatkan para konglomerat hitam tentu bakal selesai. Mereka juga tak membiarkan perputaran uang hanya dimiliki konglomerasi yang hanya segelintir orang. Mereka bakal nguri-uri PKL yang merupakan penyangga perekonomian masyarakat kecil dan memberikan akses permodalan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM).
Ada alasan lain yang lebih masuk akal; perusahaan masih butuh karyawan yang mau bekerja keras dan dibayar murah.
Duh, Marx memang pinter, dia memprediksi sengketa buruh majikan jauh-jauh hari. Meskipun perusahaan menjelmakan diri dalam bentuk yang paling manusiawi, tapi kesenjangan yang berlebihan tetap saja memicu konflik. Ditambah, ada juga tipe orang yang sebenarnya pekerja tapi sok berlaku ala pemilik modal. Ini yang paling menjengkelkan.
Tapi teman saya itu punya alasan lain yang lebih sederhana. Dia hendak menyelesaikan skripsi, setelah itu bercita-cita mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Bukan melulu kesejahteraan, tapi juga ketenangan diri.
Saya bilang ini persoalan mentalitas. Ah, mentalmu saja yang belum kuat, masuk dalam pertarungan yang sebenarnya di dunia kerja. “Bisa jadi benar,” kata teman saya itu. Tapi minimal, lanjut dia, “Saya sudah tidak bergantung lagi pada orang lain dalam menentukan apa yang akan saya lakukan hari besok.”
Mengenai kebebasan itu, saya tanyakan juga kepada Agung, penjual warung emperan depan. Dia bilang, ada enaknya ada juga pahitnya. Pahitnya, kalau hujan dagangan sepi dia harus nombok. Kalau pas ramai, bisa meraup untung banyak.
“Tapi saya tidak kuatir kena SP, tidak kuatir kena semprot bila berangkat telat atau libur tiga hari, paling banter pembeli nggrundel,” katanya.
Hmmmm, menjadi tuan bagi diri sendiri emang enak.
Filed under: Uncategorized | 1 Comment
Pentingnya Kata
Pernah ndak terbayangkan betapa pentingnya kata? Kita yang normal saja, -maksudnya orang yang ndak bisu-, seringkali gagap tatkala mengungkapkan apa yang ada di kepala. Apa yang ingin kita sampaikan, seringkali tereduksi gara-gara mulut tak kompak berkoordinasi dengan otak. Betapa membuat pengertian orang, tentang pemahaman kita terhadap sesuatu, juga butuh kelihaian.
Bila kemudian ada kategori ada orang yang bisa ngomong secara meyakinkan dan orang yang terbata-bata menyampaikan sesuatu, maka sejujurnya saya termasuk golongan yang kedua. Saya adalah tipe orang yang tak mampu menyampaikan gagasan secara meyakinkan, apalagi brilian.
Misalnya begini, saya adalah penggemar Thom Yorke. Alasan saya, musik-musik Radiohead, pada umumnya atau Thom Yorke pada khususnya adalah musik dengan citarasa lain. Itu saja.
Tapi, Tempo dengan mudah dan sederhana, menggambarkan bagaimana musik Thom Yorke itu. Kira-kira begini dia bilang, dalam album In Rainbows ini, Radiohead seperti ingin melepaskan diri dari citra yang selama ini melekat. Tak terdengar lagi musik-musik eksperimental. Jangan harap Anda mendengar Thom Yorke menyanyi seperti di kebisingan lalu lintas.
Nah khan..Tempo gampang saja menggambarkan musik eksperimental ala Radiohead yang rumit dengan bahasa sederhana, seperti kebisingan lalu lintas. Dan saya menganggukkan kepala. Setuju dengan Tempo.
Atau begini, suatu hari saya ingin bilang kepada sekelompok teman-teman saya yang mahasiswa tentang pentingnya koperasi. Koperasi yang benar-benar koperasi, dari oleh dan untuk anggota. Bukan koperasi ala pemerintah. Saya kira-kira bilang begini, untuk melawan kapitalisme global, salah satu caranya adalah dengan membentuk koperasi. Koperasi bukan sekedar alat, tapi dia juga bisa menjadi semacam ideologi.
Bandingkan dengan apa yang dikatakan teman saya, Suroto. Koperasi itu kerjasama yang menekankan prinsip-prinsip keadilan bagi anggotanya. Lembaga ini adalah dari, oleh, dan untuk kita. Jadi bila ini adalah bisnis, modalnya dari kita, yang mengelola kita dan keuntungannya buat kita, semua anggota koperasi. Kalau Anda ingin belajar berdemokrasi di sinilah tempatnya, demokrasi di ruang kerja. Sekaligus pula Anda dididik tidak rakus menumpukkan modal pada segelintir orang yang selama ini diamini bahkan dianjurkan oleh kapitalisme.
Tentu saja bagus yang kedua..
Bukti terakhir saya tak mampu menyampaikan gagasan adalah tulisan ini. Saya ingin bilang pentingnya kata saja mbulet-mbulet alias mbingungi.
Tapi syukurlah, saya tidak lebih gawat ketimbang teman saya. Dia sebenarnya ingin mengatakan politisir, tapi dia berkali-kali bilang posilitir.
Mirip, tapi beda babar blas…
Filed under: Uncategorized | 2 Comments
Cari
-
Anda sedang menjelajah arsip weblog Ndopok Blog.

