Hantu Perempuan Cantik?

16Nov07

Cerita tentang dunia lain, bagiku berarti juga uji mental. Perasaan deg-degan, penasaran, ingin tau, takut, mrinding ngubleg-ubleg jadi satu. Bagi Anda, yang pemberani, sulit membayangkan sensasi perasaan ini. Namanya juga metafisika. Maka objek omongan juga tidak jauh-jauh dari hal-hal yang terjadi di luar dunia fisik. Sesuatu yang tak tampak tapi bikin merinding.

Contoh satu saja, wewe gombel, nama yang aneh, mistis tapi juga mengerikan. Tentu saja njijiki dan tak manusiawi. Entah dari mana asal muasal nama ini. Meskipun secara tidak resmi disematkan oleh si ibunya setan juga bapaknya. Tapi panggilan julukan secara terus menerus dan turun menurun membuatnya populer dengan sebutan itu. Saya sarankan, jangan pernah berusaha menanyakan akte kelahiran untuk memastikan nama asli beserta ejaannya. Terlalu beresiko.

Dan itulah isu paling seksi tiga hari ini.

Mulainya dari Yudhis, lelaki berambut keriting yang bekerja di tempatku sekarang bekerja. Satu atap di kantor. Pada suatu sore, dia menarikku menuju belakang. Tempat di mana kita sering menghabiskan rokok sambil ngopi. “Ada yang ingin kuceritakan kepadamu,” katanya tak mengiraukan saya sedang menikmati knives out, “Ini penting,”

“Sebelum cerita, aku ingin memastikan aku tak ngarang kejadian yang kualami,” katanya. Dia bermaksud meyakinkanku, apa yang dia katakan bukan cerita karangan belaka. Dan justru itu membuatku penasaran. Tidak pernah anak ini bercerita dengan prolog yang macem-macem. Begitu gawatkah? Dan aku makin penasaran.
“Sudah cerita saja, ada apa sebenarnya?”
“Kamu ingat beberapa malam lalu kita pernah tukeran kerjaan,” katanya.
“Ya, ingat.”
“Kamu ingat-ingat lagi, malam itu,”
“Kamis malam,” ujarku tak bisa menebak arah pembicaraan.

“Malam itu, katanya aku diboncengin perempuan cantik,” katanya. “Jangan salah paham. Ini bukan perempuan biasa,” Yudhis melanjutkan sebelum aku sempat memotong.

Malam itu, katanya, dia bermaksud pulang setelah pekerjaannya kelar. Pukul 02.00 dini hari. Lewat jalan yang biasanya, Jalan Gumberg, sebuah jalan besar yang tak begitu ramai, dan sepi bila malam hari. Ada dua kuburan yang harus dilewati, masyarakat sini menyebutnya kuburan Ledug dan Selanegara. Kuburan Ledug berada di kiri jalan tatkala Yudhis pulang, begitu juga kuburan Selanegara.

“Saya tak begitu merasakan apa-apa,” ujarnya.

Sampai pada akhirnya sampai rumah, Yudhis membuka pintu dan memasukkan sepeda motor. Leni, kakak seorang mahasiswi yang ngekost di rumah Yudhis ikut terbangun. Dia melihat seorang perempuan remaja mengikuti Yudhis, saat memarkirkan motor. Dia juga ngikut saat Yudhis masuk ke kamar. Bahkan dia ikut melihat Yudhis makan, meski tak ikut duduk. Dia hanya mengamati dari belakang. Lalu, saat Yudhis hendak tidur, perempuan ini tak ikut ke kamar dan hanya berdiri di depan pintu. Selanjutnya, perempuan misterius ini masuk ke kamar mandi dan tak pernah keluar lagi.

Kegemparan baru terjadi keesokan harinya. Leni mengadukan apa yang dia lihat kepada pembantu Yudhis bernama Yu Jum. Intinya, dia komplain Yudhis membawa perempuan masuk pukul 02.00. Yu Jum yang merasa tata tertib kost-kostan di langgar oleh adik majikannya langsung berusaha mengkarifikasi apa yang dilaporkan Leni.

“Dhis, semalam Intan kau ajak ke sini ya,” Yudhis menirukan pertanyaan Yu Jum. Intan adalah pacar Yudhis.
“Tidak.”
“Ah, yang bener,”
“Sumpah tidak. Demi Tuhan!”
Masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Yudhis, Yu Jum mengkonfrontir penuduh dan yang dituduh. Kata Leni, “Sumpah Mas Yudhis, saya lihat Njenengan diikuti perempuan,” katanya. Leni bahkan mendiskripsikan perempuan yang ia saksikan semalam mengikuti Yudhis. “Berambut lurus panjang, pakai kaos dan celana selutut. Demi Tuhan, saya tidak bohong.”
Yudhis dan Yu Jum yang mendengar perkataan Leni begidik ngeri. Sebab, yang disebutkan Leni, justru jauh dari ciri-ciri si Intan.
“Whaaaaaaat.”
“Saya dan Yu Jum lemas, Jun,” ujar Yudhis.

“Ah, jangan menakutiku dengan cara tak senonoh begini.” ujarku.
“Tidak.” katanya. “Apa untungnya aku menakutimu, belum ditakuti saja kamu sudah penakut,” jawabnya.

Bagaimana kalau itu adalah halusinasi Leni? “Bisa jadi. Tapi Leni baru pertama kali menginap disitu, seandainya dia mengira itu Intan, dia belum pernah lihat Intan sebelumnya,” katanya.

“Dan kuceritakan ini kepadamu, supaya aku tidak takut sendirian bila pulang,” katanya. Kita memang pulang lewat jalan yang sama persis. Pada akhirnya dua lelaki penakut ini bersepakat untuk selalu pulang bersama. Tak ada pilihan.



No Responses Yet to “Hantu Perempuan Cantik?”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: