Kesenjangan yang Kelewatan

29Jan08

Pertandingan antara AS Roma dan Sampdoria sedang ramai-ramainya, piala Copa Italia. Pukul 04.10, aku terjaga oleh teriakan Widi, anak cetak yang gila bola. Samar-samar kusaksikan skor masih 0-0.

Aku lihat HP, ada SMS baru, dan ini yang kelima dari nomor asing. “Ms sptinya tdk adl ya, ada yg cr brt cpke2 gjnya sdkt, ada yg sbln dpt berjt-jta.” (cpke, kuterka adalah capek). Kuterima sekitar pukul 02.00, dan aku sudah lelap.

Sebelumnya kuterima empat pesan melalui HP juga bernada sama. Semacam protes yang tak terungkapkan. Keluhan atas apa yang dia rasa tidak adil: mengeluarkan keringat yang sama dengan hasil yang jauh berbeda. Aku memastikan ini adalah teman kerja seatap. Siapa dia? Aku tak tau dan tak ingin mencari tau. Dia juga rupanya ingin menyembunyikan identitas. Aku hanya bersyukur, masih dipercaya diajak berbagi.

Dan siapapun pemilik nomor asing itu, saya setuju pemikiran Anda.



One Response to “Kesenjangan yang Kelewatan”

  1. nah kaya kuwe..bloge d update..redaktur koh ora produktif menulis…
    kemarin aku baru terima gaji..lumayan, tidak berjuta-juta..tapi membuat hati senang, ternyata begini rasanya duit dari tulis menulis..
    jun..buruh memang hrus berkuasa, si pemilik modal itu selalu berpikir efisiensi, produktifitas, padahal eharusnya mereka juga mikir, bahwa tanpa kita para buruh ini, si merka tidak pernah bisa bicara laba


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: